Selasa, 27 September 2011

Puisi-puisi Amien Kamil



Percakapan Dengan Elliot

“Ia telah menjadi mummi!”
Entah apa yang ada dipikiran Isa hingga menjadikan dirinya layak dikenang bagai Fir'aun. Kabarnya sebelum singgah hadir ke dunia dan diberi nama “Elliot”, ia migrasi lewat kiriman paket patung bouroq seorang teman dari pulau dewata. Wujudnya berupa beberapa butir telur cecak yang tersembunyi pada sambungan bagian sayap, lantas menetas saat bulu-bulu angsa luruh beterbangan dari angkasa saat musim dingin menyelimuti kota Berlin.
Entah ada proses evolusi yang terjadi atau tekanan udara dalam lambung burung besi yang memboyongnya sebabkan embrio itu matang lantas menetas hingga akhirnya menghirup udara jauh dari tanah airnya, hidup langsung yatim-piatu.

Sabtu, 03 September 2011

Puisi-puisi M. Nurcholis

Puisi-puisi M. Nurcholis


Empat Sonet tentang Cinta dan Kehidupan
Sonet 1:
Waktu-waktu semakin memburu tak peduli dengan apa kesepian harus ditemani. Takdir, semata bukanlah permainan dadu Yang membawa engkau kepada pangkal mati.
Tunjukkanlah kepadaku gerimis paling manis yang menerpa dedaunan kemalu-maluan. Engkau yang sedang bermain dengan tangis, Dapatkah kau cegah suatu kehilangan?
Aku takkan lagi menunggu sebab waktu takkan pernah bersahabat dengan segala sakit dan kelu dengan segala jiwa yang telah sekarat.
Bila segala sesuatu ditakdirkan untuk mati Ketahuilah, aku pernah menantimu di suatu sudut hati ini.

2010